Tiba – tiba rindu

Ditengah perjalanan mencari makan malam, di sebuah mobil Silvy bernama Yaris, di jalan Suci menuju pusat bergaul anak muda Bandung, tiba-tiba aku rindu kamu. Rindu suasana, keramaian, kesepian, keburu-buruan, kebodohan, ketololan, ketawaan, semuanya. Walau kebersamaan kita selalu berpindah dari Dago Pakar, Kebon Bibit, Teuku Umar,Kyai Luhur, Gempol Wetan sampai rumah terakhir kita di Sidomulyo. Keriaan itu ada dan tetap saja sama. Aku tak tahu harus menyebutmu apa. Disebut kantor? Terlalu formal. Tempat nongkrong? Terlalu santai. Disebut anak kandung, tp sekarang udah hilang entah kemana. Disebut keluarga, tapi sekarang udah mencar semua anggotanya. Wadah kreatifitas? Hehehe..apa pula itu. Apapun sebutannya, dulu semua orang disini punya nama belakang yang sama, ya nama kelompok kita ini.

Tempat ini menyenangkan, semuanya bisa mengeluarkan ide2 gila yang spontan dan akhirnya bisa direalisasikan tanpa ada orang yang mengecilkan ide satu sama lain. Semua punya andil, semua punya ide. Salah satu proyek gila saya, bolakelana, lahir dari obrolan di balkon tempat ini. Begitu juga akun twitter info kota pertama di Indonesia lahir dari kelompok ini. Belum lagi banyak video-video dan foto-foto, gambar, lukisan, lagu, ilustrasi yang keren-keren, semua lahir disini.

Walaupun tiap hari sebelum jam 9 pagi saya sudah disana dan pulang sampai larut malam, saya gak pernah merasa ini sebuah rutinitas yang membosankan, ini rutinitas yang menyenangkan. Bahkan hari libur pun kami masih ingin kesana. Sehari gak bertemu yang lain,terasa sepi. Rasanya tidak ada yang merasa ini sebuah kantor yang membosankan, tapi sebuah tempat ngumpul yang mana setiap individu tetap punya tanggung jawab atas satu nama yang kita usung bersama.

Memang kita semua lebih seperti keluarga, sebuah keluarga yang moderat, demokrasi, tak ada tekanan dan tidak otoriter. Semua punya kesempatan membuat sesuatu. Semua punya hak mengkritik dan memberi masukan satu sama lain. Dari semua itu, akhirnya kami semua menjadi orang yang penuh ide dan lebih kreatif.

Yah, masih banyak hal yang gak bisa saya ceritakan disini. Terlalu banyak memori indah disana. Mungkin ini Cuma semacam rindu dengan romantika masa SMA. Tak akan terulang dengan situasi yang sama persis. Tapi mungkin akan terulang, dengan orang-orang dan tempat yang beda, tapi keriaan yang sama.

Ah mungkin ini Cuma perasaan sentimental sesaat yang tiba tiba.
Tiba tiba rindu Suave.


4 Comments

  1. Roy Armstrong says:

    Ieu sejarah pisan kang, dulu saya ampe tiap bulan dateng ke kantor demi dapetin majalahnya. lumayan nampang 2x di page art nya.he ..ah andai dulu bisa ikutan eksis disana demi menambah ilmu kreatif lebih lagihh..ya suave jadi bagian pertumbuhan kreatif sayah dan banyak orang diluar sanah

    • Tjoek says:

      Keroncongan di malam hari pas deadline, John Mayer di pagi hari sambil nemenin lo mandi. Pletokan di lantai 2 gempol atau mushroom di lantai 2 sidomulyo.
      Kangen banget ndi, asli..

Leave a Reply to Roy Armstrong Click here to cancel reply.